Belajar Saham Pemula

Belajar Saham Pemula

Jadi buat anda yang tertarik tentang dunia keuangan khususnya investasi, jangan lupa untuk bookmark website investasi terbaik se indonesia Juli 2020. Oke, pada topik pembahasan kali ini, saya mau bahas terkait dunia investasi saham yang mana konten kali ini saya buat khusus bagi mereka yang baru aja mulai terjun di dunia investasi saham.

Jadi bagi anda yang belum lama ini baru aja bikin akun sekuritas, anda yang baru mulai coba-coba transaksi di pasar modal, dalam belajar saham yang mungkin masih bingung dengan banyaknya istilah-istilah yang asing di dunia saham, mungkin masih kewalahan mengingat begitu banyaknya kode-kode saham di indonesia.

Baca juga : Apa itu saham?

Nah, pembahasan di pembahasan kali ini bakalan cocok banget untuk dipelajari untuk pemula. Oke saya mau mulai pembahasan kali ini dengan nyeritain pola yang biasanya dilalui oleh para pemula di dunia investasi saham.

Mindset Pemula di Saham

Nah, biasanya para pemula itu ketika baru mulai coba-coba bertransaksi saham, pada masih takut-takut dong ya. Ya tentu wajar kalau masih takut-takut karena mereka baru aja sadar bahwa mereka bisa aja dapetin duit dan kehilangan duit hanya dalam waktu beberapa menit doang.

Dengan modal hanya pencet-pencet hape atau laptopnya. Makanya pada fase awal, biasanya para pemula itu masih pada kebingungan, gimana nih cara milih saham yang tepat dan harganya cepet naik supaya mereka bisa dapet untung?

Kebanyakan para pemulai ya coba-coba cari rekomendasi. Entah itu dari seniornya, dari broker saham, atau ada juga yang ikut grup berbayar buat dapet rekomendasi saham harian. Ada juga yang bikin keputusan untuk beli saham tertentu berdasarkan feeling-feeling doang.

Entah itu karena perusahaannya udah terkenal, produknya bisa dilihat dimana-mana, atau karena ya dia suka aja sama produk perusahaannya itu. Seiring waktu berjalan, banyak investor pemula ini yang frustrasi karena bingung dengan dinamika naik-turunnya harga di bursa saham.

Kesalahan di Saham

Nggak sedikit yang menderita kerugian begitu besar bahkan ada juga yang sampai jatuh bangkrut karena terlalu serakah dan terlalu yakin sama keputusannya.

Nggak sedikit juga yang malah menyalahkan market atau menyalahkan rekomendasi orang lain, padahal ya sebetulnya keputusan dalam berinvestasi itu tanggung-jawab masing-masing ya. Nah, selama beberapa tahun saya berinvestasi saham sering banget saya menemukan pola seperti ini pada temen-temen yang baru aja mulai.

Mereka tuh ga sadar sebetulnya mereka itu cuma jalan di tempat doang. Ilmunya sebetulnya ga nambah-nambah. Karena ya waktu mereka dihabisin buat nyari rekomendasi dari hasil analisis orang lain, dan bertransaksi tanpa punya trading plan dan risk management yang terukur.

Makanya banyak orang bilang, yang mulai berinvestasi saham itu sebetulnya banyak tapi yang akhirnya bertahan terus di dunia pasar modal itu cuma sedikit. Kebanyakan ya akhirnya menyerah di tengah jalan.

Oke, terus sebetulnya langkah seperti apa sih yang harus dijalani ketika kita masih pemula dalam dunia saham? nah, menurut gua, ada satu mindset nih yang fundamental banget untuk direnungkan, dipahami, dan dilakukan ketika anda baru mulai terjun di dunia investasi saham.

Mindset itu adalah kesadaran bahwa pada fase ini, kamu seharusnya mengalokasikan waktu dan energi untuk belajar, bukan mencari uang. Sekali lagi, saya tekankan bahwa pada fase awal ini, pemula saham itu seharusnya menyibukan diri dengan belajar jangan belum apa-apa mikirnya langsung mau cari uang. Ini adalah mindset yang menurut saya penting banget untuk dimiliki oleh para pemula.

Nah kalo di saham itu belajar apa sih? belajar menemukan gaya trading kita sendiri. Oke, terus gimana caranya menemukan gaya trading itu? jawabannya dengan proses trial & error, meracik trading plan yang cocok dengan profil risiko kita.

Trading Plan Saham

Nah mungkin sampai sini, banyak yang bertanya-tanya sebetulnya trading plan itu apa sih? menurut gua, trading plan itu adalah ketika kita merumuskan 5 pertanyaan ini.

  1. Saham apa yang mau saya beli?
  2. Mengapa saya mau membeli saham itu?
  3. Pada level harga berapa saya akan masuk untuk membeli saham itu?
  4. Pada level harga berapa target jual untung untuk saham itu?
  5. Kalau ternyata analisis saya salah, dan sahamnya malah turun, pada level harga berapa saya akan cutloss atau jual rugi?

Lima pertanyaan inilah yang perlu dijawab untuk memiliki trading plan yang baik. Dan setiap investor dan trader punya trading plan-nya sendiri-sendiri sesuai dengan timeframe dan profil risiko mereka masing-masing.

Ada yang trading plannya berdasarkan pendekatan teknikal dalam periode waktu mingguan. Ada yang berdasarkan pendekatan fundamental dalam waktu tahunan. Ada yang suka melihat momentum dari industri terkait.

Ada yang melihat sentimen pasar berdasarkan kondisi ekonomi global, dan lain-lain. Intinya, pr utama seorang investor atau trader pemula itu adalah menemukan gaya tradingnya sendiri, yang didasari oleh percobaan trial & error terus menerus.

Nah, dalam proses belajar itu, yang namanya proses trial & error ya sebaiknya dilakukan dengan modal kecil terlebih dahulu ya. Jadi kalaupun anda rugi, ya anggap aja itu ongkos belajar, kalaupun anda untung, ya anggap aja itu bonus.

Jangan terlalu cepat tergoda nambahin modal hanya karena anda ngerasa udah jago dalam proses belajar ini. Nah sampai sini, mungkin anda bertanya-tanya, sampai kapan nih fase belajar ini selesai?

Belajar Saham 2020

Kapan dong kita bisa mulai bertransaksi dengan modal besar dan mulai mencari untung? nah, menurut saya pribadi tolak ukur seseorang yang udah bisa dibilang siap untuk berinvestasi saham dengan modal yang besar adalah ketika orang tersebut sudah menemukan gayanya sendiri, dan sudah memiliki kedisiplinan yang baik dalam menjalankan trading plan-nya sendiri.

Oke, sampai di sini saya wajib menggaris-bawahi bagian kedisiplinan ini. Karena untuk mencapai kedisiplinan yang baik itu, setiap orang perlu melatih mentalnya terus menerus secara bertahap.

Karena untuk memiliki kedisiplinan dalam menjalankan trading plan, walaupun kesannya sepele, tapi pada kenyataannya justru bagian inilah yang paling sulit dan paling lama proses belajarnya.

Nanti anda yang masih pemula ini akan ngerasain sendiri deh, udah bikin trading plan sendiri, eh kita malah ragu sama analisis kita sendiri karena terpengaruh sama berita dan pembicaraan orang lain.

Seiring naik-turunnya dinamika market, mental kita akan dibanting-banting, dari yang tadinya yakin jadi ragu, dari yang tadinya ragu jadi serakah, dari yang tadinya serakah jadi takut, dan seterusnya.

Tapi ya seiring berjalannya waktu, anda akan semakin mengenal pola di dunia pasar modal dan mental anda akan semakin terlatih karena terbiasa digembleng secara bertahap. Dan ujung-ujungnya anda akan balik lagi ke trading plan anda sendiri.

Nah dengan terus disiplin menjalankan trading plan pada akhirnya tujuan kita itu bukan lagi mencari rumus bagaimana caranya supaya bisa untung terus, melainkan bagaimana kita bisa konsisten dengan trading plan kita agar aset kita bisa terus bertumbuh.

Inget tujuannya adalah aset yang terus bertumbuh ya, bukan gimana caranya supaya bisa untung terus. Makanya ada orang bilang, dunia investasi saham itu analoginya jika di olahraga seperti lari marathon.

Karena melalui perjalanan yang panjang dan membutuhkan endurance yang tinggi. Sayangnya masih banyak trader & investor pemula yang ga sabaran dan berpikir dunia investasi saham itu seperti berlari sprint yang bisa jadi jalan pintas untuk bikin kita jadi cepet kaya.

Nah, moga-moga dengan pembahasan ini, bisa bermanfaat ya, khususnya bagi para trader dan investor yang baru aja mulai terjun di dunia investasi saham. Nah oke deh, sekian dulu obrolan kita hari ini. Jika ada di antara anda yang mau ngobrol-ngobrol lebih lanjut seputar dunia investasi saham, tinggalin aja komentar di comment section.

Baca juga

Tinggalkan Balasan